Jagoan Cewek Nggak Bikin Game Laku

Jakarta – Ada yang berpendapat game dengan jagoan cewek tidak akan membuat game itu lebih laku daripada jika jagoannya cowok. Demikian yang konon dianut oleh penerbit game besar, Activision.

Paling tidak itu yang dikabarkan Gamasutra, seperti dikutip detikINET, Kamis (5/8/2010). Dikisahkan bahwa Activision membunuh sebuah proyek game bernama Black Lotus karena beranggapan game dengan jagoan cewek tidak akan laku.

Black Lotus awalnya akan memiliki jagoan yang didasarkan pada aktris Lucy Liu. Namun karena Activision meminta agar sang jagoan cewek dihapus, game itu bermetamorfosis menjadi True Crime: Hong Kong (keluar akhir 2010, untuk Xbox 360, PS3 dan PC).

Bahkan, Activision disebut-sebut mengutip ‘kegagalan’ beberapa game dengan jagoan wanita. Termasuk di antaranya adalah Wet dan Bayonetta yang dinilai redup di pasaran.

Secara resmi, Activision mengatakan tidak pernah melakukan diskriminasi gender tokoh game. “Kami tidak punya kebijakan mendikte konten apa yang boleh dikembangkan oleh studio pengembang, dan kami juga tidak pernah memerintahkan studiop untuk tidak membuat game dengan tokoh utama wanita,” sebut pernyataan resmi Activision.

Soal True Crime, Activision mengindikasikan pihaknya hanya menggunakan riset pasar untuk mencoba memahami apa yang dicari gamer. Pihaknya mengaku tak pernah mendikte gender tertentu bagi tokoh utama game tersebut.

Meski Wet dan Bayonetta relatif tak sukses di pasaran, ada cukup banyak seri game yang terkenal dengan jagoan wanitanya. Sebut saja Lara Croft dari Tomb Raider, Samus Aran dari Metroid dan Faith dari Mirror’s Edge.

sumber:detikinet.

Yahoo Jepang Beralih Gunakan Pencarian Google

Jakarta – Yahoo Jepang telah menandatangani kesepakatan untuk menggunakan mesin pencarian Google ketimbang Bing milik Microsoft.

Kesepakatan ini diumumkan oleh Vice President Google wilayah operasional Asia Pasifik dan Jepang, Daniel Alegre dalam postingan blognya.

Alegre menyebutkan, Yahoo Jepang akan menggunakan hasil pencarian Google dan teknologi Google untuk melengkapi pencarian iklan. “Melalui jalinan kerjasama seperti ini, pendapatan dari pencarian iklan akan dibagi di antara perusahaan yang memasok iklan, dalam hal ini yakni Yahoo Jepang dan Google,” tulis Alegre seperti dilansir Cnet dan dikutip detikINET, Selasa (27/7/2010).

Di sisi lain, kesepakatan ini menohok Microsoft yang telah bertahun-tahun bekerja keras demi mencocokkan pemanfaatan layanan Google yang memimpin pasar.

Yahoo AS memasang Bing Microsoft untuk memasok hasil pencarian, namun ternyata Microsoft tak bisa meyakinkan Yahoo Jepang untuk ikut menggunakan mesin pencariannya.

Yahoo AS memang menjadi investor di Yahoo Jepang, namun bukan satu-satunya. Ada  investor lain yakni perusahaan telekomunikasi dan media asal Jepang, Softbank, yang memegang saham lebih besar disana. Dengan demikian, keputusan Yahoo Jepang tidak terkait dengan Yahoo AS.

Sumber: detikinet

Membangun Koneksi Internet di Pedesaan

Koneksi RTRWnet Atom-Media.Net yang aku bangun sudah berjalan 5 bulan ini. Setelah sempat vakum beberapa waktu lalu karena ada persoalan pengambilan tower yang diambil secara mendadak oleh yang punya :). Dengan kerja keras kami akhirnya kami dapt membangun kembali tower untuk melayani beberapa klien.
Usaha ini berawal dari pemikiran saya untuk mendapatkan koneksi internet yang murah dan stabil di lingkungan kampung tempat saya tinggal.  Seperti kita tahu pembangunan infrastruktur internet tidak merata, terutama bagi yang tinggal di pedesaan, apalagi desa di daerah pegunungan. Memang untuk mengakses internet ditempat saya bisa di lakukan dengan menggunakan layanan operator besar seperti Indosat, Telkomsel, 3, XL, Axis dll. tetapi layanan  operator tersebut kualitasnya masih sangat minim slain sinyal yang di dapat cuma GPRS sering putus lagi alias nggak bisa stabil.  Dengan koneksi melalui  GPRS (2,5G)/(2,75G) koneksi yang didapat sangat lambat, apalagi ditambah dengan adanya promo koneksi internet unlimited baik indosat maupun telkomsel keadan tersebut menjadi bertambah parah untuk melakukan dial koneksi saja sering gagal. Jaringan 3G/HSPDA yang dibagun Indosat maupun Telkomsel sepertinya masih sulit menjangkau daerah pedesaan. Ternyata Hanya promonya saja yang gedhe-gedhean orientasi utamanya tetap untuk masyarakat perkotaan. Pembangunan jaringan tetap mengutamakan daerah-daerah perkotaan. (Lha wong jaringan yang diperkotaan saja masih buruk).
Mengharapkan koneksi internet yang bagus di daerah pedesaan jika hanya mengandalkan dan menunggu kebaikan hati operator saja seperti penantian yang tiada akhir.  Apalagi mengharapkan koneksi yang lebih cepat melalui jaringan EVDO, WIMAX mesti menunggu lebih lama lagi.  Kesenjangan pembangunan di Indonesia ternyata berlaku juga untuk pembangunan sarana jaringan internet. Begitulah hidup di pedesaan Indonesia, meskipun biaya hidup sehari-hari relatif lebih murah tetapi  bandwith internet menjadi barang yang sangat mahal. Padahal kebutuhan informasi menjadi kebutuhan mutlak bagi semua orang, baik yang tinggal dei perkotaan maupun di pedesaan.
Hal-hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa kami membangun Jaringan RT-RWnet di kampung kami. Minimnya pengetahuan dasar tentang jaringan tidak menyurutkan niat kami,  kami berkonsultasi dengan teman-teman lama yang menekuni dunia networking, selain itu jug bertanya melalui di forum-forum yang membahas jaringan interntet seperti forum telkom speedy yang diasuh oleh bapak Onno W Purbo,selaku orang yang mepropagandakan internet murah untuk rakyat.

Meskipun apa yang kami bangun ini hanya dalam kecil tetapi semoga dapat berguna bagi masyarakat di Patuk Gunungkidul.